Pengertian dan Contoh Majas Antonomasia yang Meski Dipahami

Pengertian dan Contoh Majas Antonomasia yang Meski Dipahami – Pernah mendengar istilah majas antonomasia? Pasti baru sedikit yang pernah mendengar istilah satu ini kan?

Ya, karena tidak bisa dipungkiri, bahwasanya majas antonomasia merupakan salah satu majas yang tidak begitu populer, sehingga masih banyak yang belum pernah mendengarnya.

Nah kira kira, apa sih yang dimaksud dengan majas antonomasia itu sendiri? Apa contoh majas antonomasia? Buat yang penasaran bisa simak penjelasannya berikut ini ya. 

Pengertian Majas Antonomasia

Salah satu hal positif dari perkembangan teknologi adalah memungkinkan siapapun untuk belajar apapun dengan mudah. Berbeda halnya dengan beberapa tahun lalu yang mengharuskan setiap orang untuk membeli buku.

Nah salah satu hal yang bisa anda pelajari dengan mengandalkan perkembangan teknologi tersebut adalah majas antonomasia.  Yang dimaksud dengan majas  adalah gaya bahasa yang dapat digunakan, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dan biasanya akan digunakan pada sebuah karangan.

Dan menariknya, majas terdiri atas banyak jenis.  Salah satu jenisnya adalah antonomasia. Sementara untuk majas antonomasia sendiri adalah majas atau gaya bahasa yang digunakan untuk pertandingan. Dan ia terbentuk atas beberapa golongan.

Majas antonomasia iaah majas yang menggunakan kiasan untuk melakukan perbandingan, supaya mengingatkan pengaruh ataupun kesan terhadap para pembaca ataupun para pendengar. Hal ini sebagaimana yang terdapat di dalam buku yang ditulis oleh Tim Tentor Indonesia.

Dan jika kita telaah lebih dalam, ada banyak sekali pengertiannya. Dan biasanya, beda sumber, maka akan berbeda juga pengertiannya.

Jika mengacu kepada arti yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka yang dimaksud dengan majas antonomasia adalah istilah yang terdapat di dalam bahasa Indonesia, yang merujuk kepada jenis majas. So, kalau mengacu ke pengertian dari KBBI, terjemahan atau artinya sangat sangat general ya.

Namun, dari banyaknya pengertian, bisa disimpulkan bahwasanya yang dimaksud dengan majas antonomasia adalah majas perbandingan. Nah pada umumnya, tiap majas memiliki fungsi yang berbeda beda. Sehingga, penggunaannya harus tepat, agar sesuai dengan fungsinya. 

Adapun fungsi dari majas antonomasia sendiri ialah untuk menyebutkan sesuatu dengan menggunakan kata sifat, bukan dengan menggunakan namanya yang asli.

Kemudian, untuk memberikan label ataupun kata lain dari seseorang, ataupun benda. Memberikan warna pada kalimat supaya lebih menarik dan nggak monoton, mudah dimengerti dan dipahami, memberikan pujian kepada seseorang atau terhadap sesuatu, dan yang lainnya. 

Contoh Majas Antonomasia

Setelah membahas pengertiannya, sekarang kita akan coba bahas beberapa contoh majasnya ya. Namun sebelum ngebahas contohnya, perhatikan dulu ciri ciri dari majas tersebut. Nah biasanya, majas ini menggunakan kata julukan ya.

Yang mana, julukan yang digunakan merupakan julukan yang sangat umum, dan sudah diketahui oleh banyak orang. Atau, tetap bisa juga dengan menggunakan julukan yang hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Buat yang sudah penasaran, dapat simak beberapa contohnya berikut ini ya. 

Di kota istimewa kita bisa menciptakan segudang kenangan berarti yang tidak akan pernah terlupakan. Sebab, setiap sudutnya istimewa, dan menawarkan kisah baru. Adapun yang dimaksud dengan kota istimewa pada kalimat tersebut adalah ‘kota Yogyakarta’.

Dan hanya dengan kalimat sederhana seperti ini saja, anda sudah bisa membuat contoh majas antonomasia sendiri. Yang penting, gunakan istilah atau sebutan yang sudah akrab di telinga. Berikut ini adalah beberapa contoh yang lainnya. 

  • Jika anda terbiasa tinggal di daerah yang hawanya panas, maka cobalah berjalan jalan dan berwisata ke kota hujan. Karena ia adalah destinasi yang sangat menarik, disebabkan daerahnya yang damai dan sejuk. Adapun yang dimaksud dengan kota hujan pada kalimat tersebut adalah kota Bogor. 
  • Seluruh furniture yang anda temukan di banugnan bangunan tua tersebut merupakan furniture yang dibeli dan didapatkan dari kota ukir. Yang dimaksud kota ukir pada kalimat ini adalah kota Jepara, yang memang terkenal dengan ukiran ukiran kerennya. 
  • Jika berkunjung ke kota pahlawan, jangan lupa untuk mempersiapkan segalanya dengan baik. Sebab liburan anda bakalan menjadi sangat berkesan, dan akan berjalan sesuai keinginan. Nah, kota pahlawan yang ada di kalimat ini merujuk kepada kota Surabaya. 
  • Kota seribu pura merupakan salah satu destinasi yang sangat menarik dikunjungi siapapun yang ingin berlibur. Karena memang ia menyediakan banyak panorama alam yang bagus dan menakjubkan. Pantai misalnya. Kota seribu pura merupakan istilah untuk kota Bali.
  • Ketika berwisata ke kota batik, jangan lupa untuk membeli beberapa batik sebagai oleh oleh sanak saudara di rumah ya. Karena di sana, anda bisa menemukan segudang desain batik yang keren keren dan sangat menarik. Kota batik sendiri merupakan julukan untuk kota Pekalongan. 
  • Bapak teknologi memang sudah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman kepada semua masyarakat kita. Karyanya yang luar biasa berhasil membuat siapapun berdecak kagum. Istilah bapak teknologi ini merupakan istilah yang diberikan kepada bapak B.J. Habibie. 
  • Salah satu tokoh yang patut dijadikan sebagai sang inspirator adalah bapak proklamator. Karena ia memberikan segudang hal teladan yang bisa dipelajari oleh anak muda masa kini. Nah, bapak proklamator di sini adalah bapak Ir. Soekarno. Karena hanya ia yang mendapatkan gelar tersebut. 
  • Bekerja keras, dan terus berusaha merupakan salah satu pelajaran yang mesti dipahami anak muda dari kisah anak singkong. Karena dengan demikian, maka suatu hari nanti kita yang akan menuai hasilnya. Anak singkong merupakan julukan yang dimiliki oleh Chairul Tanjung.
  • Model pendidikan yang dicetuskan oleh bapak pendidikan Indonesia merupakan model pendidikan yang menggembirakan dan membebaskan. Karena membuat setiap siswa  oleh berekspresi dan berkarya sesuai dengan bidangnya masing masing. Adapun yang dijuluki sebagai bapak pendidikan Indonesia adalah bapak Ki. Hajar Dewantara.
Baca Juga :  Standar Ukuran KTP Indonesia dan Dunia

Cara Membuat Majas Antonomasia

Setelah membaca beberapa contoh di atas, apa reaksi anda? Masih bingung? Saya rasa, jika anda mengamati setiap kalimatnya, pasti anda sudah tidak lagi merasa kebingungan. Mengapa demikian?

Karena di contoh tersebut jelas sekali bahwasanya majas antonomasia ini merupakan majas yang sederhana, dan mudah dibuat. Secara sederhana, anda hanya perlu mempersiapkan sebuah julukan saja, atau sebuah istilah yang akan digunakan pada naskah yang sedang dibuat.

Jika sudah memilih istilah yang akan digunakan, maka anda dapat merangkainya menjadi sebuah kalimat. Di mana, pada kalimat tersebut, harus ada istilah yang sudah dipilih, kemudian anda buat sebagus dan sinkron mungkin dengan istilah yang ada.

Gampang kan? Jika masih juga bingung, kami sarankan anda buat membaca dan memperhatikan baik baik contoh contoh di atas. 

Penutup

Oke, itulah dia sekilas tentang pengertian dan contoh dari majas antonomasia kali ini. Yang pasti, setelah membaca artikel ini anda pasti sudah nggak bingung lagi ketika diminta untuk membuat contoh nya sendiri. Semoga bermanfaat, semoga membantu, dan jangan lupa untuk mencoba membuat contohnya sendiri ya.