Profil Pendiri Grab dan Sejarahnya

Grab merupakan salah satu perusahaan transportasi online terbesar saat ini, dimana ia sudah beroperasi di beberapa negara seperti Singapura, Indonesia, dan negara Asian lainnya. Dibalik suksesnya Grab ini tentu ada pendiri Grab yang luar biasa.

Antony Tan menjadi nama dibalik kesuksesan Grab, ia mendirikan jasa transportasi online ini untuk mempermudah segalanya. Kini Grab sendiri memiliki banyak layanan, mulai dari Grab Bike, Grab Car, Grab Taxi, Grab Food, Grab eXpress, dan banyak lainnya.

Profil Pendiri Grab

Profil Pendiri Grab

Lahir dari keturunan Tionghoa Antony Tan lahir dan dibesarkan di Malaysia, ayah dan ibunya adalah pebisnis sukses di negara tersebut. Bahkan ayahnya Tan Heng Chew berhasil menjadi salah satu dari deretan orang paling kaya di Malaysia pada tahun 2015 silam.

Lulus dari Harvard Business Scholl dengan gelar sebagai master di tahun 2011, Antony Tan berkeinginan membangunan bisnis di bidang taxi. Keinginan ini tercetus karena riwayat kakeknya yang berhasil membangun bisnis taxi di Malaysia kala itu.

Membangun bisnis pada usia yang tergolong masih muda yaitu 30 Tahun, bukan berarti Antony Tan berkecil hati untuk dapat berhasil.

Hal ini terbukti sekarang di usia 38 Tahun, Grab telah menjadi jasa transportasi online paling sukses dan hampir tersedia di seluruh negara di Asia Tenggara.

Sejarah Berdirinya Grab

1. Awal Mulanya di Malaysia

Awal Mulanya di Malaysia

Awal mula Antony Tan mendirikan Grab adalah karena mendengar keresahan temannya, dimana temannya mengatakan bahwa mencari taxi di Malaysia sangatlah sulit.

Mendengar hal tersebut Antony Tan tergerak untuk menyediakan layanan taxi yang mudah dan cepat.

Baca Juga :  Grab vs Gojek, Ini Perbandingannya

Terciptalah layanan baru yang bernama Myteksi, sistemnya sendiri berupa aplikasi pemesanan dan pemetaan secara digital. Sehingga bisa memudahkan pelanggan untuk mendapatkan taxi dengan mudah dan cepat.

Myteksi ini dikembangkan oleh Antony Tan saat masih di bangku pendidikan, bahkan sistem tersebut dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kuliahnya.

Melihat memiliki potensi yang besar, akhirnya Antony Tan mulai serius dalam mengelola aplikasi tersebut.

Kemudian pada tahun 2012 perusahaan Myteksi dibuat untuk pertama kalinya, yaitu dengan markasnya yang berada di Singapura. Kala itu target utama Antony Tan adalah layanan taxi di Singapura dan Malaysia.

2. Berubah Nama Menjadi Grab

Berubah Nama Menjadi Grab

Berulang-ulang Antony Tan juga sempat mengubah nama perusahaan transportasi online ini, mulai dari Myteksi, Grab Taxi, dan akhirnya berganti dengan nama Grab saja.

Perusahaan ini juga mulai didirikan dengan serius pada tahun 2012 yang lalu, bermarkas di Singapura membuat Grab dengan cepat dikenal oleh banyak orang.

Melihat perkembangan Grab yang sangat pesat, Antony Tan berkeinginan untuk menambah pendanaan dari luar.

Akhirnya perusahaan Vertex Venture Holdings asal Singapura, memberikan pendanaan hingga 10 juta dollar untuk pengembangan Grab menjadi Decacorn.

Menyusul pendanaan tersebut, kemudian banyak sekali perusahaan permodalan yang ikut serta di dalamnya.

Seperti 15 juta dollar dari GGV Capital asal Tiongkok, Tiger Global dari Amerika yang mendanai sebesar 65 juta dollar, dan ada penambahan modal besar dari Softbank Corp hingga 250 juta dollar.

Itulah sejarah pertama perusahaan Grab mulai berdiri, Antony Tan selaku pendiri Grab terus berinovasi untuk menyediakan layanan yang lebih baik.

Tentunya kesuksesan Grab saat ini tidak lepas dari proses perkembangannya yang cukup lama di dunia layanan transportasi online.

Perkembangan Grab

1. Fasilitas Pengembangan Grab

Fasilitas Pengembangan Grab

Tahun 2015 Grab mulai aktif dalam meningkatkan layanan yang dimilikinya, salah satunya dengan membuat fasilitas pengembangan untuk membuat Grab lebih maju.

Baca Juga :  Download WhatsApp Plus APK

Fasilitas pengembangan dan penelitian ini dibuat di distrik bisnis Singapura, dengan anggaran mencapai 100 juta dollar akhirnya Grab memiliki fasilitas penelitian sendiri.

Dalam pengembangan ini Grab mendatangkan banyak ahli di bidang teknologi, bahkan Grab bekerja sama dengan mantan Enginer Facebook yaitu Wei Zhu.

Tentunya hal ini menjadi satu masukan yang sangat signifikan, diharapkan Wei Zhu dapat membuat Grab memiliki sistem transportasi online yang handal.

2. Akuisisi Perusahaan

Akuisisi Perusahaan

Bukan hanya membuat fasilitas pengembangan saja, namun Grab banyak mengakuisisi perusahaan agar ia dapat memiliki inovasi terbaru. Salah satu yang berdampak besar adalah akuisisinya terhadap Uber pada tahun 2018 lalu.

Grab ingin menggabungkan layanan Uber dengan layanan dari Grab, penyatuan ini terbukti efektif dan bagus untuk meningkatkan layanan dari Grab itu sendiri.

Namun imbasnya Grab harus menyerahkan 27,5 % saham kepada pemilik Uber yaitu Dara Khosrowsashi.

Walaupun saham Grab yang terpecah sangat banyak, namun Antony Tan tetap percaya bahwa hal tersebut perlu untuk dilakukan.

Mengingat Grab sendiri juga sudah mulai masuk ke berbagai negara, tentunya membutuhkan lebih banyak tenaga dan inovasi terbaru dari Uber tersebut.

3. Ekspansi Luar Negeri

Ekspansi Luar Negeri

Mulai melakukan ekspansi luar negeri agar tidak ketinggalan zaman juga dilakukan oleh Grab, seperti membuka fasilitas pengembangan di Seattle Amerika Serikat.

Langkah ini diambil agar Grab selalu update di dunia digital, terutama teknologi-teknologi terbaru dari Negara Paman Sam tersebut.

Apalagi dengan adanya ekspansi ini, membuat Grab bisa merekrut tenaga ahli dari Amerika Serikat secara langsung.

Tentunya hal ini bisa menunjang operasi Grab menjadi lebih baik, apalagi hal itu akan berdampak positif untuk perkembangan Grab di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Cara Restore Chat WhatsApp dari Google Drive

Adanya ekspansi Grab untuk pertama kalinya di Amerika Serikat, menimbulkan beberapa spekulias terbaru yaitu inginnya Grab memasuki Amerika.

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh CEO Grab Antony Tan, ia mengatakan hanya ingin selaku update teknologi terbaru saja. Sedangkan ia hanya menargetkan pasar Asia saja di masa kini.

4. Grab Masuk Indonesia

Grab Masuk Indonesia

Beberapa tahun terakhir Grab sangat terobsesi untuk memberikan layanan Grab di seluruh wilayah Asia.

Indonesia sendiri menjadi tujuan yang paling utama oleh perusahaan transportasi tersebut, dimana Grab berhasil masuk Indonesia pada pertengahan tahun 2014 yang lalu.

Walaupun membawa pro dan kontra, namun nyatanya Grab diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya itu saja, para pelaku usaha dalam negeri juga sudah banyak yang bekerja sama dengan Grab. Adanya transportasi online ini membuat perkembangan ekonomi di masyarakat juga semakin pesat.

5. Layanan Grab Hingga Saat Ini

Layanan Grab Hingga Saat Ini

Hingga kini Grab tetap menjadi salah satu jasa transportasi online terbaik, ia selalu berinovasi dengan mengeluarkan berbagai layanan terbaru.

Misalnya saja Grab Food, Grab Bike, Grab Car, Grab eXpress, dan masih banyak lainnya.

Menjangkau hampir semua negara di Asia Tenggara, membuatnya menjadi perusahaan Decacorn pertama di Asia Tenggara yang berbasis digital.

Perkembangan tersebut tidak lepas dari pelayanan terbaik yang selalu diberikan oleh Grab untuk konsumen atau mitra yang dimilikinya.

Antony Tan selaku pendiri Grab, mengatakan bahwa fokusnya kini untuk mengembangkan jangkauan Grab. Terutama di kawasan Asia, dimana ia belum berniat untuk menargetkan pasar yang lebih besar seperti kawasan Eropa.

Terlepas dari hal tersebut kini Grab sudah menjadi salah satu perusahaan raksasa yang hampir dikenal oleh semua orang di Asia.

Baca Juga:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.