Contoh Gurindam Karya Raja Ali Haji, Sampai Pasal 12

Contoh Gurindam Karya Raja Ali Haji, Sampai Pasal 12 – Gurindam, merupakan salah satu materi yang biasanya didapatkan ketika anda duduk di bangku sekolah menengah pertama. Iya kan? Ada yang masih ingat? Buat anda yang suka, dan sangat senang mempelajari sastra, pasti ingat betul salah satu karya sastra satu ini ya.

Nah buat yang belum suka, atau belum suka dengan gurindam, nggak masalah. Tapi kami sarankan anda untuk membaca ulasan kami kali ini hingga tuntas.

Karena nantinya, kami akan berikan beberapa Contoh Gurindam yang bisa anda perhatikan dan resapi. Siapa tahu, setelah membacanya, anda bisa tahu, dan suka dengan karya sastra keren satu ini. 

Pengertian Gurindam

Untuk saat ini, kita bisa menemukan banyak sekali karya sastra yang menarik ya. Dan tampaknya, makin hari makin banyak karya sastra yang bermunculan. Untuk gurindam sendiri, termasuk salah satu karya sastra yang sudah sangat lama.

Dan pada umumnya, tiap karya sastra pasti punya ciri khas yang akan membedakannya dengan karya sastra yang lainnya. Dan tiap karya sastra punya keindahan mereka masing masing. Nah sebelum kita bahas Contoh Gurindam, akan jauh lebih baik kalau misalnya kita mencari tahu dahulu pengertian dari gurindam itu sendiri.

Jadi, gurindam adalah salah satu jenis karya sastra, yang isinya adalah berbagai susunan sajak sajak. Dan ia termasuk ke dalam puisi yang lama. Dan ia mempunyai perbedaan dengan karya sastra yang lainnya.

Jika mengacu kepada arti yang terdapat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka yang dimaksud dengan gurindam adalah karya sastra yang tersusun atas sajak sajak yang membahas tentang perintah ataupun nasehat.

Dan nantinya, dari masing masing isi sajak tersebut anda akan menemukan pendidikan atau pesan moral yang berharga. Bahkan, karya sastra yang unik satu ini kerap dijadikan sebagai salah satu ajakan agar orang orang mau berbuat kebaikan.

Bukankah ini sangat bermanfaat dan berarti? Dan inilah alasan mengapa banyak yang menyampaikan kebaikan kebaikan lewat karya sastra yang satu ini. Dan yang paling menariknya lagi, isi tiap sajak sajaknya dibuat dengan sangat baik dan sangat indah.

Sehingga membuat para pembaca merasa nyaman ketika membaca ajakan di dalamnya. Selain itu, gurindam juga sangat sangat bisa dijadikan sebagai puisi dengan bentuk yang berbeda, dan semenyenangkan itu.

Bagi anda yang memang sangat sangat suka dengan karya sastra satu ini pasti bener bener bisa menemukan keindahan dari gurindam ya. Oke, daripada penasaran, anda bisa membaca ulasan kami sampai tuntas ya. Biar bisa menemukan Contoh Gurindam. 

Jenis-Jenis Gurindam  

Nah, rasanya kurang afdhal jika kita hanya membahas pengertian dari gurindam saja, tanpa membahas jenis jenisnya. Karena dengan membahas jenis jenisnya, maka anda akan mendapatkan pemahaman yang utuh terhadap karya sastra satu ini.

Dan membuat anda akan lebih menyukainya. Dan yang pasti, bakalan punya pemahaman yang bagus dong. Oke, berikut ini merupakan beberapa jenis gurindam yang meski dipahami. Secara umum, jenis gurindam ada dua ya.

Yang pertama adalah gurindam berangkai, sementara yang kedua adalah gurindam berkait. Apa sih pengertian dari masing masing jenisnya? Pasti penasaran kan? Daripada penasaran, mending langsung simak saja penjelasannya berikut ini. 

Gurindam Berangkai

Jenis pertama adalah gurindam berangkai. Nah, apa sih yang dimaksud dari jenis berangkai itu sendiri? Sederhananya, gurindam berangkai adalah salah satu jenis yang dapat digunakan oleh anda yang suka banget nih dengan karya sastra yang penuh dengan keindahan.

Yang dimaksud dengan berangkai di sini ialah menggunakan kata yang sama di bagian awal kata. Sehingga, nantinya anda bakalan menemukan kesamaan antara baris pertama dengan baris bawahnya. Dan biasanya, anda akan menemukan jenis satu ini dengan sangat sangat mudah deh.

Gurindam Berkait

Sementara untuk jenis yang kedua ialah gurindam berkait. Yang dimaksud dengan gurindam berkait ya, sesuai dengan namanya. Yakni gurindam yang saling keliatan. Nantinya, antara baris pertama dengan keduanya bakalan saling berkaitan. 

Ciri Khas Gurindam

Ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama, anda pasti sudah mempelajari, bahwasanya setiap karya sastra itu punya ciri khasnya masing masing. Iya kan?

Dan hal tersebut juga berlaku untuk gurindam. Yang mana, anda juga meski tahu dong apa saja sih yang menjadi ciri khas dari gurindam itu sendiri. Berikut ini akan kita bahas secara umum saja ya. Berikut adalah beberapa ciri khas gurindam yang bisa anda temukan

Mempunyai Petuah Bijak

Ciri khas yang pertama ialah mempunyai petuah bijak di dalamnya. Yes, saat membaca gurindam, maka anda akan menemukan segudang pesan pesan atau petuah bijak di dalamnya. Dan isinya akan membuat anda mendapatkan nasehat yang penting, yang sudah pasti sangat berguna untuk kehidupan anda di dunia nyata.

Baca Juga :  10 Keyboard Mechanical Terbaik dan Murah

Dan tentu saja, ciri khas satu ini merupakan salah satu ciri khas yang sangat susah anda temukan pada karya sastra yang lainnya.

Karena biasanya, karya sastra pada umumnya hanya sebatas pembahasan umum biasanya, namun kalau gurindam justru memang nyaris semuanya memberikan atau berisi nasehat yang sangat penting. Terlebih lagi nasehat nasehat agama ya. 

Terdiri dari Dua Baris

Ciri khas yang kedua adalah terdiri dari dua baris. Dan ini akan menjadi pembeda paling kentara antara gurindam dengan karya sastra yang lainnya. So, kalau anda tertarik untuk membuat Contoh Gurindam sendiri, maka anda meski membuatnya ke dalam dua baris, jangan sampai lebih ya.

Karena kalau misalnya dibuat bukan dua baris, itu artinya anda sedang tidak membuat gurindam. Karena karya sastra yang lebih dari dua baris tiap sajaknya bukan gurindam namanya. 

Bagian Akhirnya Meski Menggunakan Kalimat yang Senada

Yang berikutnya, anda akan menemukan penggunaan kalimat yang senada di bagian akhir. Yes, ini merupakan salah satu ciri khas gurindam yang sangat sangat khas. Karena di bagian akhir kalimatnya, meski menggunakan huruf ataupun konsonan yang sama.

Misal, menggunakan kata berakhir huruf a, atau yang lainnya. Dan biasanya, akan dibuat dengan rima aa,ee,cc, bb atau yang lainnya deh. Yang pasti, punya rima yang benar benar unik dan khas. 

Tentu saja, selain beberapa ciri khas di atas, masih ada beberapa ciri khas dari gurindam yang lainnya. 

Contoh Gurindam 

Nah, pasti sudah pada nggak sabar pengen tahu Contoh Gurindam kan? Oke, berikut ini merupakan Contoh Gurindam  yang bisa anda pelajari, dan petik sendiri pelajaran di dalamnya.

Oh ya, Contoh Gurindam  yang kami berikan ini merupakan Contoh Gurindam yang kami download dari link https://www.terabox.com/indonesian/sharing/link?surl=8D46A0J–2KTMHjcacm_bw ya. 

Contoh Gurindam

“Gurindam Dua Belas”

Pencipta : Raja Ali Haji

Pasal 1:

Barang siapa tiada memegang agama,

sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barang siapa mengenal yang empat,

maka ia itulah orang yang ma’rifat.

Barang siapa mengenal Allah,

suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

Barang siapa mengenal diri,

maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.

Barang siapa mengenal dunia,

tahulah ia barang yang terpedaya.

Barang siapa mengenal akhirat,

tahulah Ia dunia mudarat.

 

Pasal 2:

Barang siapa mengenal yang tersebut,

tahulah ia makna takut.

Barang siapa meninggalkan sembahyang,

seperti rumah tiada bertiang.

Barang siapa meninggalkan puasa,

tidaklah mendapat dua termasa.

Barang siapa meninggalkan zakat,

tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan haji,

tiadalah ia menyempurnakan janji.

 

Pasal 3:

Apabila terpelihara mata,

sedikitlah cita-cita.

Apabila terpelihara kuping,

khabar yang jahat tiadalah damping.

Apabila terpelihara lidah,

niscaya dapat daripadanya faedah.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,

daripada segala berat dan ringan.

Apabila perut terlalu penuh,

keluarlah fi’il yang tiada senunuh.

Anggota tengah hendaklah ingat,

di situlah banyak orang yang hilang semangat.

Hendaklah peliharakan kaki,

daripada berjalan yang membawa rugi.

 

Pasal 4:

Hail kerajaan di dalam tubuh,

jikalau lalim segala anggotapun rubuh.

Apabila dengki sudah bertanah,

datanglah daripadanya beberapa anak panah.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,

di situlah banyak orang yang tergelincir.

Pekerjaan marah jangan dibela,

nanti hilang akal di kepala.

Jika sedikitpun berbuat bohong,

boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

Tanda orang yang amat celaka,

aib dirinya tiada ia sangka.

Bakhil jangan diberi singgah,

itupun perampok yang amat gagah.

Barang siapa yang sudah besar,

janganlah kelakuannya membuat kasar.

Barang siapa perkataan kotor,

mulutnya itu umpama ketur.

Di mana tahu salah diri,

jika tidak orang lain yang berperi.

 

Pasal 5:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,

lihat kepada budi dan bahasa,

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,

sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia,

lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,

bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,

di dalam dunia mengambil bekal.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,

lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

 

Pasal 6:

Cahari olehmu akan sahabat,

yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,

yang boleh tahukan tiap seteru.

Cahari olehmu akan isteri,

yang boleh menyerahkan diri.

Cahari olehmu akan kawan,

pilih segala orang yang setiawan.

Cahari olehmu akan abdi,

yang ada baik sedikit budi.

 

Pasal 7:

Apabila banyak berkata-kata,

di situlah jalan masuk dusta.

Apabila banyak berlebih-lebihan suka,

itulah tanda hampirkan duka.

Apabila kita kurang siasat,

itulah tanda pekerjaan hendak sesat.

Apabila anak tidak dilatih,

Jika besar bapanya letih.

Apabila banyak mencela orang,

Baca Juga :  Contoh Soal Bahasa Indonesia SD Kelas 6

itulah tanda dirinya kurang.

Apabila orang yang banyak tidur,

sia-sia sahajalah umur.

Apabila mendengar akan khabar,

menerimanya itu hendaklah sabar.

Apabila mendengar akan aduan,

membicarakannya itu hendaklah cemburuan.

Apabila perkataan yang lemah-lembut,

lekaslah segala orang mengikut.

Apabila perkataan yang amat kasar,

lekaslah orang sekalian gusar.

Apabila pekerjaan yang amat benar,

tidak boleh orang berbuat onar.

 

Pasal 8:

Barang siapa khianat akan dirinya,

apalagi kepada lainnya.

Kepada dirinya ia aniaya,

orang itu jangan engkau percaya.

Lidah yang suka membenarkan dirinya,

daripada yang lain dapat kesalahannya.

Daripada memuji diri hendaklah sabar,

biar dan pada orang datangnya khabar.

Orang yang suka menampakkan jasa,

setengah daripada syirik mengaku kuasa.

Kejahatan diri sembunyikan,

kebalikan diri diamkan.

Keaiban orang jangan dibuka,

keaiban diri hendaklah sangka.

 

Pasal 9:

Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,

bukannya manusia yaitu iah syaitan.

Kejahatan seorang perempuan tua,

itulah iblis punya penggawa.

Kepada segala hamba-hamba raja,

di situlah syaitan tempatnya manja.

Kebanyakan orang yang muda-muda,

di situlah syaitan tempat berkuda.

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,

di situlah syaitan punya jamuan.

Adapun orang tua yang hemat,

syaitan tak suka membuat sahabat.

Jika orang muda kuat berguru,

dengan syaitan jadi berseteru.

 

Pasal 10:

Dengan bapa jangan durhaka,

supaya Allah tidak murka.

Dengan ibu hendaklah hormat,

supaya badan dapat selamat.

Dengan anak janganlah lalai,

supaya boleh naik ke tengah balai.

Dengan istri dan gundik janganlah alpa,

supaya kemaluan jangan menerpa.

Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

 

Pasal 11:

Hendaklah berjasa,

kepada yang sebangsa.

Hendaklah jadi kepala,

buang perangai yang cela.

Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat.

Hendak marah, dahulukan hajat.

Hendak dimulai, jangan melalui.

Hendak ramai, murahkan perangai.

 

Pasal 12:

Raja mufakat dengan menteri,

seperti kebun berpagarkan duri.

Betul hati kepada raja,

tanda jadi sebarang kerja.

Hukum adil atas rakyat,

tanda raja beroleh anayat.

Kasihan orang yang berilmu,

tanda rahmat atas dirimu.

Hormat akan orang yang pandai,

tanda mengenal kasa dan cindai.

Ingatkan dirinya mati,

itulah asal berbuat bakti.

Akhirat itu terlalu nyata,

kepada hati yang tidak buta.

Itulah dia contoh gurindam kali ini. Semoga bermanfaat ya.